Euphoria Indonesia
Hai Guys,
Happy Holiday pertama-tama. Seharusnya blog ini dipublished, last Friday, hari terakhir kita bekerja dan melihat fenomena luar biasa di jakarta; mudik. Tapi karena susahnya sambungan inet, jadi ketunda sampai malam ini deh.
Trus, gue pulang naik Busway dengan susah payah dan bisa dianalogikan seperti beras yang dimasukkan ke dalam ketupat, hardly to move, hardly to breathe.
mmm, tapi membayangkan liburan di jakarta, pasti akan sangat menyenangkan. Jakarta akan sepi!
Meanwhile, gue dikantor dikejer deadline untuk buat mock up sebanyak 14 items. Sebenernya 7 items, tapi klien mau 2 alt….darn. Jjyah, ya udah, untungnya ada viona sama Jona yang sepenanggungan. Oiya, Jona disini sebagai freelancer, she helped our job really well.
wew, ngemeng2, gue baru sadar bahwa gue bercerita dengan alur mundur. Apa ya sebutannya “alur mundur” dalam istilah Bahasa Indonesia ??
Jadi Paginya, gue membahas sama Vio, buku yang baru aja gue kelar baca, dikarang oleh pengarang wanita Indonesia favorit gue, Ayu Utami.
Buku ini bagus banget, sangat berkaitan atau ada relevansinya dengan kehidupan kini. Mmm…emang lebih “Berat” jika gue bandingkan dengan Saman atau Larung, bahkan buku Bilangan Fu dua kali tebal Saman maupun Larung!
Gue yakin Muli akan suka buku ini, ini ada salah satu kutipan yang gue ambil dari p 381 :
Kelak aku mengerti bahwa inilah yang ia maksud dengan sikap kritis. Sebuah sikap yang mempercayai sesuatu sekaligus menunda sesuatu itu. Sikap yang tahan menanggung, memanggul penundaan itu. Penundaan kebenaran. Manusia menginginkan kebenaran hari ini juga. Sayangnya, kebenaran itu tak ada hari ini, meski harus dipercaya tiap hari. Kebenaran, jika ia menampakkan diri hari ini, tak lain tak bukan adalah kecongkakan. Laku kritik adalah menahan kecongkakan. Ia memikul beban berat itu, agar jangan kebenaran jatuh ke tanah dan menjelma pada hari ini. Biarlah kebaikan yang menjadi pada hari ini, bukan kebenaran.
ckck…ngerti ga Guys? Read it and it will open your senses. I love it! Bahkan co gue takut baca buku nya karena nanti pasti kecanduan baca dan lupa waktu.
Viona pun tergoda buat baca Bilangan Fu, hiehie…racunin.
okeh, Guys, Minal Aidin Wal Faidzin…Happy Holiday, Happy bermudik ria.

Novel ini adalah manifesto Ayu Utami tentang sebuah sikap yang dianggap perlu diutamakan di zaman ini: sikap religius atau spiritual, yang kritis
BloomJuice Fruit Garden (Taman Buah MekarSari)
Pertama-tama, saya mau bingung.
Karena blog friendster berubah secara mendadak dan baru mau coba update blog, kok jadi tambah rebit…. yah mungkin gue doank yang ga biasa. Tapi bagusnya, kita bisa buka ngelist post an kita dari jaman kuda gigit besi sampe sekarang. hehehe.
Guys, mao pamer doank sie. Baru sekarang sempet upadte blog. Minggu kemaren, gue bersama anak-anak gereja wilayah St. Hieronimus pergi ke Taman Buah Mekarsari. Bayar Rp 25.000,- (katanya si harga spesial, tahu deh, gue dibayarin co gue).
Seperti biasa, gue ikutan menjadi penangkap momen. dan herannya mudika St. Hiero sigap sangat pas mau difoto, ckckck….anak muda. Sedihnya, karena gue outsider (bukan mudika Hieronimus), jadi ga dapet jatah seragam! phoeh…ya gpp lha, kata anak2, bajunya panas.
Pas kita dateng, baru jam 8, gerbangnya masih tutup, alhasil, kita nunggu sampe jam 9 deh. Jadi selama penantian itu, kita foto2!
Ada Vincent ku yang entah merasa keren tapi muka odonk nya diperlihatkan, jadi malah bikin ketawa anak-anak.
Guys, like usual. gue ga akan banyak cerita ya, not in the mood for descriptinging thing , hahha….pusienk, let the images do the job.
Pas jam 10, n hari Minggu lalu cuaca terik sekali, kita berkeliaran di dalam taman. Nothing much menurut gue, yang ada malah mainan bom2 car gt, atau kereta2 kecil, pokoknya buat anak2 semua. Kita pikir, “mana taman buahnya?”
yang takjub, gue nemu tanaman kantong semar. Setahu gue dari ensiklopedi dan National Geography, tanaman ini adalah karnivora, kereen.

Ada stand baling2, tiba2 hasrat masa kecil kurang bahagia muncul n mantengin tu baling2 yang berputar kencang karena angin. aih, lucu..

Ada zona Family Garden, jadi banyak tanaman buah disana dan kita bisa petik sesuka kita sendiri dan nantinya akan dihitung untuk kita bayar. Kita pilih memetik terong! buat oleh-oleh camer.

Jadi kesimpulannya? gue si ga mao kesini lagi, males, cape, panas, ga ada apa2 yang berarti. hehehe...cukup sekali, buat tahu ajah. Tapi ya bolehlah buat olahraga guys, banyak jalan, hirup oksigen alami, bukan ac di mall2 n nambah wawasan soal tanaman. n kalo uda masuk, belilah sayuran n buah2 an di family garden. cheaper than the market n it's organic!














